Resensi Fiksi (Novel) Catatan Jail di Sekolah Karya Maulana Faris
Sunday, 24 September 2017
Add Comment
I. Identitas Buku
1. Judul Buku : Catatan Jail di Sekolah
2. Pengarang : Maulana Faris
3. Cetakan : Pertama, 2016
4. Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama – M&C
5. Tebal Buku : 176 Halaman
6. Dimensi (PxL) : 20 cm x 13 cm
7. ISBN : 978-602-3397-10-5
8. Harga Buku : Rp42.000
II. Sinopsis
Novel catatan jahil di sekolah ini mengisahkan anak siswa SMA yang bernama Saga, dan memiliki sobat terbaik yang bernama Tejo, Ipunk, dan Cindy. Saga gak habis pikir mengapa ada yang namanya piket. Piket adalah salah satu kewajiban di sekolah ketika kita harus bersih-bersih kelas.
Sampai di Sekolah halaman sekolah masih sepi, hanya ada tukang kebun yang membersihkan halaman sekolah. Saga jalan menuju kelasnya, kelas XI-IPA5. Saga juga merasa ada perasaan khusus ketika datang pertama dikelas yaitu suasana coretan di tembok dan juga rumus rumus di papan tulis sisa kemarin yang belum sempat dihapus. Perasaan yang sangat nyaman.
Namun susu di atasa meja guru tumpah karena Ipunk bersih-bersih sambil memejamkan mata. Saga dan Ipunk bergegas ke ruang penjaga sekolah buat meminjam tongkat pel dan meminjam pengharum ruangan dari ruang gurudan sambil mengisi ember dengan air kemudian itu di jinjing ember dan tongkat pel ke kelas. Tiba tiba bebek masuk ke kelas Saga.
Keadaan kelas makin kacau, kemudian Cindy datang. Cindy adalah ketua kelas Saga. Dia menghubungi semua teman sekalasnya dan meminta mereka datang lebih pagi agar bisa membersihkan kelas bersama-sama. Bala bantuan pun berdatangan.
Berkat itu, kelas mereka menjadi sangat bersih sebelum pelajaraan pertama dimulai. Lantai mengkilap, ruang wangi, benar benar berubah total.
Saga melihat ada majalah JKT48 yang terbuka di halam biodata Ghaida JKT48. Saga langsung bersikap jaim, untuk tidak memabaca majalah tersebut. Tapi Saga membaca majalah tersebut dengan melihat beberapa foto, dengan keadaan yang masih malu-malu. Tiba-tiba tejo datang, Saga ketahuan telah membaca majalah tersebut. Sejak itu, Saga dan tejo jadi sering ngobrol tanpa jaga image.
Ketika Saga berjalan keluar sekolah. Dia melihat cewek yang sedang berteduh. Saga ingin meminjamkan payungnya untuk Cindy, Saga meminjamkan payung miliknya dengan rasa malu-malu. Tetapi cewek tersebut mebalasnya dengan senyuman. Mereka berjalan berdua sambil Saga yang memegangin payungnya. Itulah pertama kali Saga berbicara bersama Cindy.
Hari ini jam pelajaran olaraga dengan materi Maraton. Saga harus lari sepuluh keliling lapangan, siapa yang sampai finis pertama akan mendapatkan nilai A. Saga sudah bersiap untuk lari bersama teman-temannya, ketika ditengah perjalanan tali sepatu Saga lepas, dan Saga harus melepaskan sepatunya saat lari, ketika finis udah di depan mata Saga. Saga tanpa sengaja telah mengijak tai kucing. Teman-teman Saga pun berlari menjauhinya. Keadaan sudah berubah menjadi panik. Beberapa saat tidak ada lagi kekacauan. Semua kembali normal. Namun Saga dan temannya harus lari lima belas kali lagi.
Suatu hari Saga dan Temanya terpilih untuk PBB, peraturan baris-berbaris. Saga sedang melalukan baris-berbaris untuk mewakili sekolahnya. Namun di tengah perjalanan ada orang gila menghapiri mereka. Barisan Saga dan temanya hancur berantakan. Tapi kata Saga ini latihan gerak jalan paling seru.
Saga dan temannya ingin membeli jajanan lumpia di kopsis. Dengan kondisi kopsis yang sangat ramai, Saga dan temannya mencoba lebih mendesak ke depan, tapi Saga mencolek cewek. Cewek itu pun berteriak dan terjadilah kepanikan akibat teriakan barusan, menyebabkan lemari kopsis jatuh. Setelah situasi selesai, Saga dan temannya membantu ibu kopsis membereskan dagangannya. Meski ini hal kecil, Saga dan temannya senang bisa membantunya.
III. Analisis
· Unsur Intriksik
a. Tema
Tema di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu persahabatan karena menceritakan teman yang saling membantu dan menjadi penyelamat bagi temanya.
b. Latar
Latar di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu di kelas, Halte, kamar Saga, jalan raya, lapangan, koperasi. Waktu yang digunakan pagi dan siang. Latar suasana gembira, penuh dengan humor
c. Penokohan dan Perwatakan
1. Saga Firmansyah
§ Bersifat pemalas
§ Bersifat mudah khawatir
§ Bersifat perhatian kepada kawan
2. Tejo Bramansyah
§ Bersifat gaul
§ Bersifat berbicara sembarangan
§ Bersifat perhatian
3. Ipang (Ipunk) Hardiansyah
§ Bersifat cerobah
§ Bersifat rakus
4. Cindy Kirana
§ Bersifat bijaksana
§ Bersifat baik hati
d. Alur
Alur di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu menggunakan alur maju, karena penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimulai dari tahapan perkenalan ke tahap penyelesaian secara urut dan tidak diacak.
e. Gaya Penulisan
Gaya penulisan di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu menggunakan kata yang mudah di mengerti oleh anak remaja dan menggunakan bahasa gaul anak zaman sekarang. Bahasa yang diguanakan penulis seolah pembaca merasa masuk dalam cerita tersebut.
f. Amanat
Amanat di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu amanat yang terdapat di novel ada di setiap bab, seperti mengerjakan sesuatu dengan hati-hati, jangan sampai ceroboh. Keberadaan itu bukan ada berada di bibir orang lain atau di logika orang lain. Menjadi diri sediri adalah yang terbaik. Kesepakatan terkadang Cuma berfungsi untuk menunda terjadinya konflik.
g. Sudut Pandang
Sudut pandang di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu sudut pandang orang pertama. Dimana penulis menggunakan kata ganti seperti Gue, dan terlibat sebagai tokoh utama dalam cerita.
· Unsur Ekstrinsik
a. Nilai Moral
Nilai Moral di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu tergambar menunjukan rasa humor, remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.
b. Nilai Sosial
Nilai sosial di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu terdapat rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh, Saga, Tejo, dan Ipunk masing-masing saling membantu antara satu dengan yang lain.
c. Nilai Adat Istiadat
Nilai adat istiadat di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu terdapat pada sebelum pergi ke sekolah ada baiknya mencium tangan orang tua. Dan apabila bertemu guru sebaiknya menyapanya.
d. Nilai Agama
Nilai agama di dalam novel “Catatan Jail di Sekolah” Karya Maulana Faris yaitu terdapat pada kebiasaan bangun pagi-pagi buat shalat subuh.
IV. Kelebihan dan Kelemahan
· Kelebihan
Banyak kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi karakter tokoh yang mengajak kesetia kawanan yang boleh tertananmkan oleh para siswa, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru. Pembaca masuk dalam cerita hingga merasakan tiap latar yang terdeskripsikan secara sempurna. Amanat yang tersirat, setiap humor yang terkandung dalam novel ini, terdapat banyak amanatnya. Selain itu, pemilihan kata yang sesuai dengan anak zaman sekarang, pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat.
· Kelemahan
Kelemahan yang terdapat dalam novel ini terdapat kata-kata yang sulit untuk dapat dipahami karena menggunakn kata-kata asing yang belum diketahui.
0 Response to "Resensi Fiksi (Novel) Catatan Jail di Sekolah Karya Maulana Faris"
Post a Comment